Wednesday, June 30, 2021

SPANYOL VS SWISS

oleh : nandar isnanda

Strategi yng dipakai Swis saat melawan Perancis adalah : Determnasi - Adu Fisik serta antisipasi bola2 balap atas Counter attack Prancis dengan mereduksi ruang agar tidak mudah ditusuk [penetrasi]. 
Berhasil.

Satu lagi yng saya lihat sangat briliant adalah :  Merusak lapangan tengah.
Diinisiator oleh Granit Xhaka, midfielder Arsenal ini pantas menjadi Man of The Match partai Prancis VS Swiss. 


Saya yakin, strategy ini PASTI diRemake untuk mengalahkan Espana.[Spanyol]. Klo raksasa Prancis bisa tumbang knapa Espana tidak. Itu kira2 yng diyakini Swiss saat ini.


Disisi lain,
Sepakbola mengalir ala TIKI TAKA yng dipakai Spanyol, apabila dilakukan secara sempurna [ minim error dlm control dan passing ]  menurut saya sangat sulit dilawan dng fisik dan determinasi [ baca sepakbola otot ] ala Swis.

Apabila anda dikurung dan diintimidasi dari menit ke menit sepanjang babak, anda hanya dipaksa berlari kesana kemari tanpa  bisa mendapatkan bola.
Selanjutnya Gol hanya menunggu waktu.

Masalahnya, finishing touch Spanyol kurang killer. Kurang bisa membunuh.

Saat melawan Kroasia kebuntuaan ini nyaris mencapai frustasi tingkat dewa.
Sampai akhirnya pemain belakang  César Azpilicueta ikut naik, yng bisa membuat gol membuka kebuntuan. Setelah leading, TIKI TAKA mengalir sempurna. 

Gol gol lanjutan flowing seperti otomatis.

Sangat menarik bukan.?
Mampukah Swiss membuat Spanyol frustasi, salah control, salah passing dan selanjutnya diajak adu fisik.

Prediksi
Spanyol 60% :  40% Swiss 

Tuesday, June 29, 2021

SAINS DALAM SEPAKBOLA

Statistic Expected Goals (xG)

oleh : nandar isnandar

Click Link lihat Video :   OPTA Expected Goal

Adalah semacam data  xG didapatkan dari analisis dan pengolahan lebih dari ribuan data entry.  Dambil dari tembakan dan assist suatu tim dlm beberapa pertandingan penting.

*Data ini dimiliki diprosea oleh system dengan memakai sistem olah data namanya Opta.*
Lihat Video terlampir

Setiap data memiliki atribut masing-masing seperti : jarak, sudut thd gawang, penutupan sudut oleh lawan terhadap gawang.  Atribut tersebut kemudian menjadi faktor nilai dalam PEMBOBOTAN besarnya XG.

Ketika menonton atau membaca :
Tim A lebih baik dari tim B. Dengan keterangan tim A mencatatkan 10 tembakan sementara tim B hanya 5.

Narasi tersebut cukup sering kita dengar serta ditambah analisis dan bumbu2 pertandingan yng bombastis seperti jebrett...dll.
*Tidak salah, tapi kurang spesifik.* serta tidak punya value apa2.

Bagaimana jika hanya tiga dari 10 tembakan tim A yang dilepaskan dari dalam kotak 16 meter atau magic square ?

Semakin jauh dari gawang, maka sebuah tembakan semakin *imposible* menjadi sebuah gol. Begitu pula dengan sudut, semakin sempit sudut terhadap lebar gawang maka semakin kecil *Probabilitas menjadi gol*

Jika ingin mencetak gol, sebuah tim h tidak hanya harus membuat peluang sebanyak-banyaknya, tapi juga sebaik-baiknya.

Tim B mungkin hanya melepaskan lima tembakan tapi semua tembakan tersebut diciptakan dari dalam kotak magic square 16 meter.
Artinya, tim B membuat peluang  >bagus dibanding Tim A.
Data semacam ini di Eropa sudah dipakai pelatih untuk analizis.

Bahkan rumah2 judi sudah memakai data entry ini sbg acuan untuk menentukan pembobotan TARUHAN sebuah pertandingan.

Hasilnya bisa kita lihat, misalanya :  Rumah2 judi  bisa membuka score tim B nge Voor 1/2 terhadap tim A.
Atau tim B Voor 15% uang twrhadap tim A dst.
(Bisa dilihat di Video dibawah )

Semoga indonesia Segera bisa memakai sains data sebagai assistensi kepelatihan sehingga sepakbolanya tidak semakin tertinggal jauh.

Atau teman2 programer mau bisnis beginian.Kita bisa jadi Vendornya PSSI atau Liga Nasioanal.

Jangan kalah dng2 survey2 capres yng sudah bisa mementukan popularitasnya dng pembobotan sebelum pemilu.

Selamat menikmati EURO 2020.
  

Sunday, June 27, 2021

SPAIN VS CROATIA

 oleh : nandar isnandar

Sebetulnya ini adalah Pertandingan seru, mempertemukan 2 kutub sepakbola yng berbeda. Spanyol yng konsisten dengan gaya eropa latin, sekarang lebih dikenal dng TIKI TAKA dibawah pelatih Luis Enrique.

Adapun Kroasia adalah tipical sepakbola Balkan yng bersumber dari sepakbola Yugoslavia sebelum negara kesatuan ini pecah.  Disanalah ada klub tuwa Dynamo Zangreb pencetak gelandang2 handal dunia seperti : Luka modric - Zvonimir Boban - Zlatco Dalic - Davor Suker.

Sepakbola Balkan dijuluki Brasil dari Eropa karena memainkan sepakbola yang indah ditambah dengan kemampuan dan ketahanan fisik yang kuat khas tim-tim dari Eropa Timur.

Sayangnya menjelang partai ini kita harus menerima berita buruk. Salah satu pemain andalan Kroasia, Ivan Perisic dinyatakan positif Covid-19.
Perisic merupakan pemain terbaik Kroasia. Sejauh ini sudah mencatatkan 2 gol dan 1 assist. Masih blm dapat kabar bagaimana pemain lain.

Review Kroasia di fase group,  Kelemahan ada di lini pertahanan. Sejauh ini mereka belum mencatkan satu pun clean sheet.

Sedangkan Spanyol, masih memiliki permasalahan di lini serang walaupun bisa menang 5-0 di laga terakhir.

Saat ini Spanyol punya rising star : PEDRI lengkapnya Pedro Gonzalez Lopez. Skill dan visinya menyamai Andrea Iniesta, namun penyelesai akhir  Alvaro Morata dan Gerard Moreno kerap tampil kurang intergrated.

Prediksi :
Tim Spanyol yng start datar2 saja akhirnya bisa klik saat melawan Slovakia.

Sedangkan Kroasia memiliki exploaivitas yang cukup untuk meledakkan pihak mana pun.
 
Ini bisa menjadi pertandingan yng ketat serta potensi hasil imbang dlm tempo 2x45.

untuk akhirnya Spanyol akan meneruskan momentum kemenangan.

BOLA ITU BULAT

oleh : nandar isnandar

Saat membaca cerita tentang Luka Modric kecil menendang-nendang bola di halaman parkir sebuah hotel yang menjadi tempatnya mengungsi karena perang Yugoslavia.

Saya teringat tulisan wartawan kompas Ian Situmorang dalam paragraph menterjemahkan Soccer in Sun and Shadow, karya Galeano.

Suasana hati Bola bisa tak menentu. Di tengah jalan ia bisa berubah pikiran dan memutuskan melengkung keluar alih-alih memasuki gawang.

Pada dasarnya ia mudah tersinggung. Ia tak senang ditendang dengan dendam. Ia lebih suka dibelai, dicium dan dibuai dengan dikontrol di dada atau kaki.

Dia sangat membanggakan dirinya karena ia tahu:  Setiap kali ia melayang dengan anggun ke udara ada banyak hati yang berbahagia dengan penuh harap, dan ada banyak hati yang remuk redam saat ia jatuh di tempat yang tak diinginkan.

Salah satunya pendukung Portugal ha ha ha
Bola itu bulat tapi ga bulat2 amat sih...karena masih bisa diprediksi bukan ditebak.

Saturday, June 26, 2021

BELGIA VS PORTUGAL

oleh : nandar isnandar

Inilah salah satu partai yng paling sulit diprediksi. Mungkin, prediksi saya akan sedikit menyimpang dari mainstream. Seperti ketika saya memprediksi Jerman menang, padahal mainstream favoritka Portugal.

Pertandingan ini berpotensi tidak cukup waktu 2x45. Kemenangan, saya pikir akan ditentukan atas seberapa fatal lawan membuat kesalahan serta ketahanan endurance.  Juga, merupakan duel kreator serangan dari lapangan tengah. Pertandingan bakalan sengit dari menit awal dengan tensi tinggi.

Belgia punya play maker De Bruyne. Sang aktor utama keberhasilan Man City menjuarai Premier League musim 2020/21.
Sedangka  Bruno Fernandes midfielder andalan Portugal membuktikan diri sebagai pemain terpenting Manchester United.

Lini depan Belgia punya Romelu Lukaku yng ditandem eden Hazard. Portugal tentu masih mengandalkan Cristiano Ronaldo.

Belgia adalah tim yng sudah solid sejak pra piala dunia 2018 dibawah pelatih Martinez.
Tentu saja difavoritkan untuk memenangkan Euro 2020. Sudah  saatnya The Golden Generation ambil kesuksesan. The Red Devil julukan Belgia melewati babak penyisihan grup dng aman. Ini menunjukkan kesiapan mereka.

Sebaliknya, Portugal adalah sang juara bertahan piala Eropa 2016 yng mempunyai tombak setajam Ronaldo serta pemain2 papan atas liga eropa walaupun sudah mulai senior.

Pada partai akhir kita sama2 menyaksikan bagaimana Portugal saat melayani permaianan juara dunia Prancis dengan pola permainan terbuka. Secara tim Portugal setara dng Prancis tapi secara fisik The Selecao julukan Portugal kurang meyakinkan mampu bertempur dalam waktu extended.

Disisi lain, permaianan  Portugal dari 1 ke pertandingan lainya _inconsistent_. 
Tetapi sangat ceroboh apabila Belgia abai terhadap keberadaan Cristiano Ronaldo di dalamnya.

Juara bertahan Euro 2016 ini telah kehilangan soliditas pertahanan yng digalang oleh Pepe dan Ruben Diaz. Namun penjaga gawangnya Rui Patricio sangat baik saat melawan Prancis.

Belgia punya banyak formasi, tapi yng paling favorit adalah 3 4 3 dengan memperkuat lapangn tengah kombinasi : De Bruyne - Eden Hazard - Exel Witzel dan thomas Menuer.
Memakai tombak kembar Lukaku dan Yannik Carrasco.

Portugal polanya tetap 4 3 3 dengan sayap murni : Bernardo Silva dikanan dan Andre Silva sayap kiri. Sedangkan Ronaldo didorong bermain sbg *Lone striker.*

Prediksi : Kali ini Belgia akan melepas mahkota Euro dari Portugal.

ENGLAND VS GERMANY

oleh : nandar isnandar

Pertandingan klasik yang kerap diwarnai kisah menarik, bahkan kontroversial. Rivalitas kedua tim juga terbilang tajam.

Walaupun, kali ini kedua tim sama-sama tidak menunjukkan performa yng consistent.

Ketika melihat tim Inggris, anda melihat sebuah squad dengan pemain fantastis yang bermain di Premier League. Liga terbaik di seluruh dunia. Mereka telah memenangkan gelar bersama klub mereka di UEFA Champion.

Apabila Inggris perform penuh confidence, sulit Jerman mengatasinya. Fisik ataupun  secara tehnik.

Masalahnya Tim Three Lion ini tidak pernah stabil bermain dari pertandingan ke pertandingan lainya. Melihat para pemain ini sepanjang tahun di Premier League selayaknya Inggris waktunya berjaya.

Bagaimana dengan Der Panzer.
Secara tehnik, pertahanan 3 palang sejajar atau pertahanan memakai 3 stoper sejajar hasil kreasi anyar pelatih Joachim Loew belum terpadu.

Kalah dari Prancis menang dng Portugal,  kesulitan mengatasi Hungaria di laga terakhir penyisihan grup F.
Bukti tim ini _inconsistent_

Perlu diketahui,
Sejak kegagalan di piala dunia 2018, Joachim Loew meninggalkan culture pertahanan memakai free beck. Klo di Italy namanya Libero. Padahal jerman terkenal melahiran free beck andal seperti : frans Bekenbauer, Lothar Matthaus, Jurgen Kohler dll

Tujuan menggunakan 3 stoper, Joachim Loew leluasa mendorong wing back lebih kedepan untuk menjadi Winger.  Effeck pola ini memang lebih dominan dalam penguasaan bola serta attacking [ lihat gambar click Link ].
Juga memakasa area pertahanan lawan lebih lebar atau lebih terbuka.

Menurut saya, pola ini meninggalkan ruang kosong  yng ditinggalkan wing beck. Memang bukan area berbahaya atau magic Square.
Namun, mudah dieksploitasi oleh penyerang Inggris seperti Phill Foeden atau Rahem Sterling yng typical dng penyerang Prancis Mbappe. (Ingat waktu lawan perancis, bbrp kapi Mbappe penetrasi lewat zona ini)

Apabila Inggris ingin menang, habisi Jerman dalam 2x45 menit. Cz, waktu extended dan adu penalty bukan pilihan bagus buat tim Inggris.

Prediksi : England 60 : 40 Germany


Thursday, June 24, 2021

PEMAIN SEPAKBOLA COVID19

Copas oleh    : nandar isnandar
Dari sumber : 

theanalyst.com 

https://m.panditfootball.com/sains-bola/213354/ABI/200324/mengapa-banyak-atlet-terkena-infeksi-coivd-19

Atlet profesional, termasuk para pemain sepakbola tidak terlepas dari ancaman virus Covid-19 yang sedang mewabah di seluruh dunia. Beberapa nama besar telah dinyatakan positif terkena virus ini seperti Daniel Rugani, Mikael Arteta, Callum Hudson-Odoi, Patrick Cutrune, dan Paulo Dybala Neymar Ronaldo dll.


Selain pemain sepakbola, beberapa atlet dari cabang lain seperti bola basket, balap sepeda, baseball, golf, dan berbagai cabang lainnya juga terkena inveksi virus Covid-19.

Banyak yang bertanya :
mengapa banyak atlet bisa terkena virus ini? Padahal yang kita ketahui seorang atlet pastilah memiliki tubuh yang bugar dan sehat.

Ditambah lagi mereka selalu didampingi para ahli sehingga asupan gizi selalu terjamin. Dengan tubuh yang sehat dan gizi tercukupi tersebut seharusnya atlet juga memiliki tingkat imunitas yang tinggi. Bukankah katanya salah satu cara untuk terhindar dari virus ini adalah menjaga imunitas?

Sains Olahraga bidang kepelatihan mengenal suatu kurva yang menunjukan hubungan antara intensitas pada latihan dengan level imunitas seseorang. Melakukan kegiatan olahraga dalam porsi tertentu memang dapat meningkatkan imunitas tubuh.

Namun ternyata, intensitas olahraga tidak selalu berbanding lurus dengan imunitas. Terdapat satu titik dimana jika seseorang melakukan olahraga lebih berat justru akan membuat imunitas tubuhnya menurun.

Teori ini dikenal dengan istilah J-Curve dimana curva yang seperti huruf J menunjukan bahwa melakukan olahraga terlalu berat justru membuat imunitas tubuh menjadi lemah, bahkan lebih lemah dari orang yang tidak berolahraga.

Pemain sepakbola profesional dan atlet dari cabang lain tentu akan memaksa tubuhnya melebihi batas agar bisa menunjukan performa di atas level manusia biasa. Untuk mencapai level tersebut latihan yang mereka lakukan tentu bukan latihan biasa-biasa saja.

Hampir setiap hari dalam hidupnya seorang atlet akan melatih tubuh pada level yang di atas kemampuan manusia biasa.

Pada kondisi inilah seorang atlet memiliki kondisi imunitas yang lemah. Tubuhnya mungkin bugar dan kuat. Ia bisa memiliki VO2Max dan kekuatan otot yang luar biasa.

Namun bukan berarti ia memiliki imunitas yang sama baiknya.

Akun Soccerilaz menjelaskan Over Training Syndrome terjadi pada seseorang yang melakukan latihan secara berlebihan ditambah dengan tekanan lain dalam hidupnya seperti emosi, kecemasan, finansial, dan yang lainnya. Kondisi ini kemudian membuat kegagalan tubuh dalam melakukan adaptasi fisiologis dan memicu penurunan performa fisik.

Latihan yang terlalu berlebihan juga menimbulkan trauma pada jaringan otot skelet dan pembentukan sitokin proinflamasi. Hal ini membuat tubuh menjadi mudah terserang penyakit, terutama bagian pernafasan.

Dalam sains olahraga, kondisi ini disebut dengan periode open window.

Bagi Anda yang pernah melakukan olahraga yang menguras banyak tenaga, biasanya satu sampai dua hari setelahnya Anda akan bersin-bersin seolah tubuh Anda mengalami flu. Hal itu adalah reaksi yang dikeluarkan tubuh saat sedang berada dalam periode open window.

Kondisi tubuh seperti  itu sedang dalam imunitas rendah dan sangat rentan terserang penyakit.

Periode open window ini biasanya berlangsung selama 3-84 jam setelah tubuh melakukan aktivitas sangat berat.

Bisa kita bayangkan bagaimana kondisi tubuh para atlet profesional yang hampir setiap hari mengalami kondisi seperti ini.

Karena itulah seorang atlet membutuhkan berbagai asupan vitamin tambahan agar tubuhnya selalu siap saat menghadapi kondisi seperti ini. 

THERAPY BUAH APEL

catatan : nandar isnandar Dibawah catatan saya sekaligus testimoni keberhasilan menyembuhkan batu empedu sekaligus empedu yng kondisinya san...