Wednesday, April 28, 2021

menata manusia MENATA DUNIA

Paulo Coelho seorang novelis Brasil. Ia merupakan salah satu penulis dengan karya yang paling banyak dibaca di dunia saat ini.

Dia pernah menulis cerita pendek seperti ini:
Seorang ayah sedang membaca majalah, tapi anaknya yang masih kecil selalu mengganggunya. Lama-lama sang ayah merasa terusik karenanya. 
Ia lantas menyobek satu lembar dari majalah itu yang bergambarkan peta dunia. 
Kertas itu disobek-sobek menjadi beberpa potong. Dijadikan puzzle, kemudian ia tugaskan pada anaknya untuk menyusun puzzle itu.

Sang Ayah lantas meneruskan membaca majalah dengan harapan anaknya akan sibuk menyusun puzzle. Tapi, alangkah terkejutnya ketika anaknya mampu menyusun puzzle itu sangat cepat. 
“Siapa yang mengajarkan kamu menyusun puzzle? 
Apakah ibu mengajarkan geografi kepadamu?”

Si anak menjawab :  
Di balik kertas itu ada gambar manusia. Aku hanya menyusun gambar manusia yang berantakan menjadi rapi, maka dunia pun tersusun dengan rapi, jawab sang anak.

Apa pesan moral dan arti dari cerita semua ini. . . . 
Jika anda ingin menata dunia, maka  bangunlah manusianya, badanya, serta jiwanya ?

Tuesday, April 27, 2021

BELI KAPAL SELAM

Masyarakat lagi Euforia ngumpulin dana katanya untuk beli kapal selam. Kurang jelas siapa trend setter yng berhasil menggiring pemikiran demikian, yng jelas salah satunya masjid di Yogyakarta (googling sendiri saya ga sebut nama) menggalang dng buka dompet untuk beli kapal selam. Ini gila ...


Ga perlu aneh2 mikirin negara dng ikutan beli alutsista, mbokyaa fokus aja dengan prioritas pembinaan umat yng selama ini sudah bagus dilakukan :

- bantuan beasiswa
- bantuan ekonomi lemah
- bantuan usaha kecil
- bantuan pembinaan umat dan bencana
- bantauan keluaraga awak kapal yng kena musibah...juga boleh.

Bukankah masjid Jogya itu  sdh menjadi pilot project model pengelolaan dana umat yng tepat. Kecuali kapal selam untuk buka puasa bersama.
Mpek mpek kapal selam ...nah....gleek...gleek.

Trend setter membuat ide beli alutsista dan meviralkan jelas2 punya kecenderungan untuk dipakai tujuan politis nyinyir pada pemerintah.

Yng begitu bukanlah hal yang baik bagi Masjid. Kemungkinan lain masjid bisa dicurigai punya niat dan tujuan lain di balik aksi penggalangan dana tsb.

Pembelian alutsista itu sama sekali bukanlah ranahnya masjid. Itu urusan negara.
Katakalah uang bisa terkumpul mencukupi trus belinya gmana ? Bukankah pembelian alutsista itu harus negara ?
Itu klo uangnya mencukupi 2 ~ 2.5 triliun (cmiif) untuk membeli kapal selam bertehnology tinggi.

Lantas bagaimana kelanjutanya apabila dana yng digalang tidak mencukupi ? 
Mau dikemanakan ?
Pengurus masjid apa tidak berpikir panjang waktu mengeluarkan ide semacam ini? Katakan mau dihibahkan, bagaimana keputusanya agar dana itu tidak menjadi ide liar.
#mikir.

Sekadar tahu saja APBN 2021 untuk lembaga Hankam itu sebesar 270T lebih. Kita percayakan saja pada negara sementara kita mencari sisi yng lain untuk beramal dan berbuat baik. 

Saturday, April 24, 2021

BELASUNGKAWAKU KRI NANGGALA 402


Saya dan naluri saya belum berani membayangkan situasi yang dialami beserta panik, tegar dan pasrah para pahlawan dalam submarine Nanggala 402 pada hitungam jam sesuai penanda digital kapasitas auxiliary suply oxygen.

Mereka 53 prajurit kebanggan Indonesia dng pasti  mengetahui, tanpa oxygen tidak ada kehidupan bisa bertahan.
Mereka pasti mengetahui tidak ada tanda tanda pertolongan akan datang.
Mereka berjuang abadi di dalam kapal selam...Eternal Patrol.
Mereka berjuang menjaga lautan nusantara selamanya.

Semoga Allah Yang Maha Pengampun Karuniakan tempat dan derajad tertinggi, meski jasad mereka terkubur di tempat terdalam.

Innalillahi wainnailaihi Roji'uun.
Sending my deepest Condolences and Pray to all crews of KRI NANGGALA 402 and their families,
#JalavevaJayamahe 
#Tabahsampaiakhir


Al Fatihah

regards : nandar isnandar

Sunday, April 11, 2021

TERTAWA SAMBIL MENIKAM

 


Brutus....

Kisah sebuah pengianatan hakiki. 

Inilah kisah pengkhianatan paling menyedihkan. Julius Caesar dibunuh oleh sekelompak orang yang berkonspirasi mengkhianatinya. Dia ditikam bertubi-tubi. Tubuhnya berlumur darah, tapi masih kuat berdiri dan berjalan.


Dia lantas memandang Markus Yunius Brutus, sahabat yang paling dekat; kawan seumur hidupnya. Dia terhuyung berjalan mendekati Brutus dengan tubuh berlumur darah. Matanya nanar berharap pertolongan Brutus.

Dia yakin bahwa sahabatnya ini pasti menolongnya. Dia letakkan tangan di pundak Brutus. Namun, apa yang terjadi? Brutus ternyata memberikan tikaman terakhir yang membuat Julius Caesar tersungkur.

Sebelum mati, dengan wajah tercengang, Julius mengatakan :  “Bahkan engkau, Brutus!"

Julius mati karena tikaman Brutus: tikaman yang berbeda dengan tikaman-tikaman sebelumnya. Brutus bukan hanya menikam tubuh Julius, tapi menikam jiwanya, harapannya, dan cita-citanya. Julius pun mati dalam keadaan jiwa yang sangat duka, karena ditikam oleh orang terdekatnya.

William Shakespeare pernah berkata: Anda bisa tidak bersedih mendengarkan kata-kata hinaan, cacian dan fitnah dari orang lain. Tapi anda akan sangat sedih jika anda tahu siapa yang mengatakan semua itu untuk anda....

Wednesday, April 7, 2021

Tips Techno

Melacak Jejak Orang lain Lewat WatsApp



Tidak banyak yng memperhatikan, bahwa WhatsApp memiliki fitur untuk melacak lokasi orang lain secara live ( object bergerak) 
Orang lain atau teman chatt  bisa  melacak untuk mengetahui pergerakan lokasi secara runtun dng satu kali share live location WhatsApp.

Fitur ini biasa dipakai ROMBONGAN touring baik sepeda gunung atau spd motor. Memungkinkan untuk membagikan lokasi rombongan terdepan agar bisa diikuti routenya oleh rombongan dibelakang yng terpisah atau rombonga yng tersesat agar memungkinkan dilacak.
Route dan lokasi yng shared bisa diikuti tanpa harus menunggu di satu lokasi.

Anda bisa mengetahui lokasi orang lain yng bergerak (live location) dalam jangka waktu : mulai dari 15 menit, 1 jam hingga 8 jam. Tergantung pilihan durasi awal share Live Location yng tersedia dlm fitur.

Caranya cukup sederhana :
Buka chat atau grup chat di WhatsApp.
Lalu tekan simbol attach file.
Klik Location di opsi yang disajikan.
Lalu pilih Share Live Location.
Pilih durasi untuk berbagi lokasi, kemudian tap Send. 
Anda dapat berbagi lokasi selama :
15 menit, 1 jam atau 8 jam.

Selamat mencoba

Saturday, April 3, 2021

RAHASIA BAHAGIA

Selamat pagi.

Katanya bahagia itu asalnya dari mata trus turun ke hati.

Nah, untuk menjaga kesehatan mata, copas artikel online yng  menganjurkan minum jus wortel dan 7 butir + buah cepokak atau rencak.

Sebelum minum dianjurkan shalawat 7x.

Diam² sengaja saya tambahin cepokaknya jadi 8 butir, aku minum sambil putar lagu Jazz Brian Culbertson.
Sungguh, bener2 mengasyikan

Psst...ini pengalaman rahasia yg menyenangkan.
cobalah.
Nek ga kanca ga tak kandani



Monday, September 21, 2020

BANTENGAN

 View Point Caldera Tengger.

Sebagian orang, senang menikmati pemandangan alam yng eksotis namun ogah cape2 treking kayak pendaki gunung, 

Datanglah ke Bantengan. Dari satu spot ini kita bisa menikmati view Caldera Tengger yng amazing secara sempurna hanya dari pinggir jalan. Spot foto ini berada di punggung gunung namun sudah berasapal hotmix.

Pagi itu Sabtu 19 September 2020, hembusan angin sangat kuat menerpa hampir seluruh dedaunan hijau juga tanamanan bawang prei khas petani Tengger menjadi hijau berdebu. Langit diatas desa Gubuk Klakah cerah disaat kami berkendra pick up beriringan dari Tumpang Malang dengan tujuan Bromo Tengger Semeru.

Sampailah kami disuatu pelataran, ada tugu perbatasan antara Lumajang dan Malang atau tepatnya desa Ngadas dan desa Ranupani. Tugu batu yng indah itu tetap membisu di tengah deru mobil2 Hard  Top dengan penggerak empat roda menyisakan debu bagi yng berada dibelakang.

Dengan mantafnya mobil-mobil itu merangsek naik di tengah jalan sempit, diapit dua jurang terjal menuju kaki Gunung Semeru di Desa Ranu Pani. Sebagian lagi dari mobil2 itu menurun menuju caldera Tengger di simpang Jemplang. 

Di pelataran yng sebenarnya tempat parkir kendaraan rental BTS itu, sekarang berderet warung kopi. Sangat menyenangkan tentunya nyruput kopi diudara yng dingin.

Di sisi lain, tampak beberapa pendaki G.Semeru cewe cowo beransel besar tengah berdiri di sisi jalan yang berlebar sekitar 3-4 meter itu. Ponsel berkamera diarahkan ke arah padang savana hijau yang berada di lembah Caldera Tengger.

Yaa...view point itulah Bantengan. Spot ini adalah jalan persimpangan menuju pos#1 pendakian Gunung Semeru di Desa Ranupani. Mudah diakses dengan kendaraan apapun dari kota Malang. 

Namun, secara administratif Bantengan berlokasi di wilayah Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.



THERAPY BUAH APEL

catatan : nandar isnandar Dibawah catatan saya sekaligus testimoni keberhasilan menyembuhkan batu empedu sekaligus empedu yng kondisinya san...